Senin, 2 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
weloveboyz.comweloveboyz.com
weloveboyz.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › 5 Kebiasaan Ibu Rumah Tangga yang Bikin Barang Cep...

5 Kebiasaan Ibu Rumah Tangga yang Bikin Barang Cepat Rusak

Banyak ibu rumah tangga tanpa sadar melakukan kebiasaan yang bikin barang di rumah cepat rusak dan tagihan listrik membengkak. Ini cara menghindarinya.

5 Kebiasaan Ibu Rumah Tangga yang Bikin Barang Cepat Rusak

Gue sering dengar keluhan dari teman-teman ibu rumah tangga soal barang di rumah yang cepat rusak. Setrika baru setahun sudah korslet, kulkas dua tahun sudah nggak dingin, mesin cuci sering macet. Padahal mereknya lumayan bagus. Nah, setelah ngobrol panjang lebar, ternyata masalahnya bukan di barangnya — tapi di kebiasaan sehari-hari yang keliru.

Ini bukan soal teori. Ini pengalaman nyata yang gue lihat sendiri di rumah, di rumah tetangga, sampai di rumah mertua. Beberapa kebiasaan ini kelihatannya sepele, tapi efeknya besar banget buat usia pakai barang dan tagihan listrik bulanan.

1. Nyalain Alat Elektronik Tanpa Baca Buku Manual

Ini yang paling sering gue temui. Beli mesin cuci baru, langsung dinyalain tanpa baca panduan. Beli rice cooker multifungsi, langsung coba semua tombol. Padahal di buku manual itu ada informasi penting soal batas maksimal air, cara bersihkan filter, sampai tegangan listrik yang aman.

Baca juga: Reza Arap Jawab Cibiran Netizen dengan Pesan Bijak

Gue pernah hampir bikin kulkas baru rusak gara-gara langsung colok ke stopkontak yang sama dengan dispenser dan microwave. Ternyata butuh waktu tunggu sekitar 4 jam sebelum kulkas baru boleh dinyalakan setelah diangkut. Kalau nggak tahu, ya udah deh, kompresor bisa jebol di hari pertama.

Cara menghindarinya: Luangkan 10 menit buat baca bagian penting di buku manual — biasanya ada di halaman awal soal instalasi dan halaman akhir soal perawatan. Foto halamannya pakai HP biar gampang dicek kapan saja.

2. Cabut Colokan dengan Cara yang Salah

Pernah lihat orang mencabut kabel dari stopkontak dengan menarik kabelnya, bukan kepalanya? Kalau iya, itu salah besar. Kebiasaan ini bikin kabel di dalam jadi putus pelan-pelan, dan lama-lama bisa bikin korslet atau bahkan kebakaran.

Gue sendiri dulu sering begini, sampai akhirnya setrika di rumah tiba-tiba mati total padahal baru beli 8 bulan. Teknisi bilang kabel dalamnya putus karena sering ditarik, bukan dicabut dari kepalanya.

Selain itu, banyak ibu rumah tangga yang mencabut colokan alat elektronik saat masih menyala. Ini juga nggak bagus. Matikan dulu tombolnya, tunggu beberapa detik, baru cabut. Terutama buat alat yang punya komponen sensitif seperti TV, laptop, atau mesin cuci.

3. Menuh-menuhin Kulkas Sampai Nggak Ada Celah

Kulkas penuh itu kelihatannya rapi dan bikin bangga. Tapi tahukah kamu, kulkas yang terlalu penuh justru bikin kerja kompresor jadi lebih berat? Udara dingin nggak bisa bersirkulasi dengan baik, jadi kulkas harus bekerja lebih keras buat mendinginkan seluruh isinya.

Efeknya dua: tagihan listrik naik, dan umur kompresor lebih pendek. Belum lagi kalau ada makanan yang menempel di dinding belakang kulkas — bisa jadi sarang bakteri dan bikin bau.

Sisakan ruang sekitar 20-30% di dalam kulkas. Itu bukan ruang terbuang, tapi ruang buat udara dingin bersirkulasi.

Gue belajar ini dari tukang servis kulkas langganan. Katanya, kulkas yang diisi penuh sampai nggak bisa tutup rapat itu salah satu penyebab paling umum kerusakan yang dia tangani.

4. Bersihkan Barang Pakai Bahan Kimia Sembarangan

Ini nih yang bikin barang cepat kusam dan rusak. Ada yang bersihin layar TV pakai pembersih kaca, ada yang gosok permukaan kulkas pakai sabun cuci piring, ada juga yang siram mesin cuci pakai air keras biar "kinclong".

Padahal setiap bahan punya karakter berbeda. Layar TV butuh kain microfiber kering atau sedikit cairan khusus. Permukaan kulkas stainless steel butuh pembersih khusus atau minimal air hangat dengan kain lembut. Kalau digosok pakai sabun cuci piring yang mengandung garam, lama-lama muncul bercak dan karat.

Gue pernah lihat sendiri kulkas tetangga yang permukaannya penuh bercak putih. Ternyata dia rajin banget nyikat pakai sabun cuci piring dan spons kasar. Setahun kemudian, cat kulkasnya mengelupas. Sayang banget kan?

Cara menghindarinya: Cek dulu jenis permukaan barang. Kalau ragu, pakai kain microfiber lembap dan sabun yang paling lembut. Hindari bahan abrasif dan pembersih berbasis pelarut keras.

5. Biarin Alat Elektronik di Mode Standby Terus-menerus

Ini kebiasaan klasik yang masih sering dianggap remeh. TV dimatikan pakai remote, tapi lampu merahnya masih nyala. Charger HP masih nyolok di stopkontak meski HP sudah penuh. Laptop ditutup tapi masih terhubung ke listrik.

Mode standby memang bikin hidup lebih praktis, tapi diam-diam menyedot listrik terus-menerus. Kalau dijumlahkan sebulan, lumayan banget. Apalagi kalau di rumah ada banyak alat yang dibiarkan standby — TV, set-top box, dispenser, charger, speaker, dan sebagainya.

Hitung-hitungan kecil yang sering dilupakan

Bayangkan ada 5 alat elektronik yang standby 24 jam dengan konsumsi rata-rata 5 watt per alat. Itu berarti 25 watt x 24 jam = 600 watt-jam per hari, atau sekitar 18 kWh per bulan. Kalikan tarif listrik, dan kamu akan kaget sendiri.

Belum lagi risiko korslet kalau ada lonjakan tegangan saat listrik nyala-mati. Alat yang standby lebih rentan kena kerusakan komponen.

Cara menghindarinya: Biasakan matikan alat dari tombolnya, bukan cuma remote. Cabut charger kalau HP sudah penuh. Kalau malas bolak-balik cabut, pakai stopkontak yang ada saklarnya — sekali matikan, semua alat di situ ikut mati.

Kebiasaan Kecil, Efeknya Besar

Nggak ada yang instan dari semua ini. Tapi dari pengalaman gue sendiri, setelah mulai memperbaiki lima kebiasaan di atas, setrika di rumah sudah dua tahun lebih awet, kulkas nggak pernah bermasalah, dan tagihan listrik turun sekitar 10-15% per bulan. Lumayan banget buat tambahan jajan anak.

Yang paling penting sebenarnya bukan soal hematnya, tapi soal kebiasaan. Kalau kita terbiasa memperlakukan barang dengan benar, barangnya juga akan "membalas" dengan cara awet dan nggak rewel. Ibu rumah tangga itu ujung tombak perawatan barang di rumah — jadi wajar kalau kita yang paling tahu seluk-beluknya.

Mulai dari satu kebiasaan dulu, misalnya berhenti tarik kabel saat cabut colokan. Setelah itu terbiasa, lanjut ke kebiasaan berikutnya. Nggak perlu langsung sempurna, yang penting konsisten.

Tags: perawatan barang hemat energi rumah tangga kebiasaan salah tips ibu rumah tangga