William & Kate Prihatin atas Pengungkapan Baru Epstein
London – Raja Charles III akhirnya memberi respons resmi terhadap gelombang baru tuduhan yang muncul dalam dokumen kontroversial “Epstein Files” yang kembali menjadi sorotan global. Pernyataan ini muncul setelah nama adik laki-lakinya, mantan Pangeran Andrew, disebut dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).
Pernyataan Istana Buckingham
Buckingham Palace menyatakan bahwa Raja Charles merasa prihatin secara mendalam atas tuduhan yang terus muncul terkait perilaku Andrew Mountbatten-Windsor. Istana menegaskan kesiapan untuk bekerja sama penuh dengan pihak berwajib jika pihak kepolisian Inggris mengajukan permintaan formal.
Dalam pernyataannya, sang Raja menyampaikan bahwa klaim tersebut menjadi tanggung jawab pribadi Andrew untuk menjelaskannya. Namun, Kerajaan akan mendukung proses hukum yang berjalan dan menyatakan simpati kepada korban yang terkait.
Baca Juga : Gibran Fokus Kerja Bukan Politik Pilpres 2029
Status Penyidikan Polisi Inggris
Thames Valley Police di Inggris telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menilai sejumlah tuduhan yang terkait dengan mantan pangeran tersebut. Tuduhan itu mencakup pengiriman dokumen rahasia melalui Jeffrey Epstein saat Andrew menjabat sebagai utusan dagang Inggris, serta beberapa klaim lain yang kini berada dalam pemeriksaan awal.
Reaksi Keluarga Kerajaan Lainnya
Pangeran William dan Kate Middleton juga telah mengeluarkan pernyataan publik pertama mereka terkait skandal ini. Mereka menyatakan merasa sangat prihatin terhadap pengungkapan terbaru dalam Epstein Files dan menekankan dukungan mereka kepada para korban.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kontroversi ini kini telah menjadi perhatian berbagai anggota keluarga kerajaan, bukan hanya Raja Charles sendiri.
Dampak Skandal Terhadap Monarki Inggris
Skandal Epstein dan keterkaitan nama keluarga kerajaan, khususnya mantan Pangeran Andrew, telah memberikan tekanan besar terhadap reputasi monarki Inggris. Tuduhan baru yang muncul dalam dokumen yang terdiri dari jutaan halaman ini memperburuk citra publik dan memicu respons keras dari berbagai pihak.